Jumat, 15 Februari 2013

cabang ilmu kimia

Cabang ilmu kimia
 
Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.
 
Lima Cabang Utama:
1.      Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
 
2.      Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
 
3.      Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam.
4.      Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
 
    Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular. Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus untuk menurunkan persamaan, dan biasanya berhubungan dengan kimia kuantum serta kimia teori.
Cabang - cabang Ilmu Kimia yang merupakan hasil perpaduan satu atau lebih lima cabang utama:

1.      Kimia Material menyangkut bagaimana menyiapkan, mengkarakterisasi, dan memahami cara kerja suatu bahan dengan kegunaan praktis.
2.      Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
3.      Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
4.      Kimia Organik Bahan Alam mempelajari senyawa organik yang disintesis secara alami oleh alam, khususnya makhluk hidup.
Bidang lain antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi, fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia aliran, kimia atmosfer, kimia benda padat, kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal, kimia komputasi, kimia lingkungan, kimia organologam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia, sonokimia, teknik kimia, serta termokimia.
 
sumber :
http://aungsumbono.blogspot.com/2012/02/kimia-anorganik-dasar-1-stkip.htm

kimia dan sejarah

Kimia


Kimia  adalah ilmu yang mempelajari komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan/transformasi dan interaksinya untuk membentuk materi. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom secara individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.

Kimia menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.

Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini diakibatkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak secara langsung bereaksi serta kembali pada bentuk awal dari katalis itu sendiri (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.

Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.

Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.

Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut "kimia umum" dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.

Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.


Sejarah


Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.

Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.

Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.

Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.

sumber: http://aungsumbono.blogspot.com/2012/02/kimia-anorganik-dasar-1-stkip.html

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I


PERCOBAAN I

BEBERAPA SIFAT  SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK


A.    Tujuan
                     Untuk mempelajari beberapa perbedaan sifat umum senyawa organik dan senyawa             anorganik.
           
B.     Dasar Teori
            Kimia organik adalah perbedaan study ilmiah dari ilmu kimia yang mempelajari tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh atom C (karbon) dan atom H (hydrogen), dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Senyawa kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organism hidup, umum telah di buktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik. Sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi, seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun anorganik.

C.    Alat dan Bahan

1.      Alat
      Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
-          Cawan petri (cawan porselin)
-          Lampu spiritus
-          Stop watch
-          Kasa asbes
-          Kaki tiga
-          Kaca orloji
-          Rak tabung reaksi
-          Tabung reaksi
-          Pipah tetes
-          Sendok makan

2.      Bahan
                        Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu sebagai berikut :
-          Gula pasir
-          Daun
-          Alcohol
-          Air
-          Plastic
-          Aluminium  
-          Larutan KMNO4 0,1 m
-          Lilin
-          Garam dapur
-          Minyak bimoli
-          Larutan Fe SO4 0,1 m
-          Larutan H2SO4

D.    Prosedur Kerja

1.      Komposisi
a.       Memanaskan sedikit gula pada suhu yang tinggi dengan sendok makan atau cawan porselin
b.      Mengulangi percobaan tersebut dengan mengunakan daun, sepotong plastik, sepotong aluminium dan mengamati zat manakah yang organik ? dan zat manakah yang anorganik ?



2.      Penguapan
a.       Menguapkan 1 tetes masing-masing alcohol dan air
b.      Mencatat dan membandingkan waktu yang diperlukan untuk penguapan sempurna
c.       Manakah yang tergolong sebagai senyawa organic dan manakah yang anorganik

3.      Sifat terbakar
a.       Membakar sepotong lilin kecil yang ditempatkan pada sendok makan (cawan porselin)
b.      Mengulang percobaan tersebut dengan mengunakan butir-butir garam
c.        Perbandingan hasil yang diperoleh dari percobaan kedua dengan lilin

4.      Kelarutan
a.       Menempatkan di dalam dua buah tabung reaksi dengan masing-masing 5 tetes minyak bimoli dan satu sendok kecil NaCl
b.      Menambahkan 2 ml H2O ke dalam masing-masing ke dua tabung reaksi tersebut
c.       Zat manakah yang dapat larut dalam air ?
d.      Apakah air merupakan pelarut yang organic atau anorganik ?
e.       Apakah air bersifat polar atau nonpolar ?

5.      Kecepatan reaksi
a.       Menempatkan 5 tetes FeSO4 0,1 m dalam sebuah tabung reaksi yang bersih
b.      Menambah 2 tetes H2SO4 3 m dan KMnO4 0,1 m
c.       Menuliskan persamaan reaksinya !
d.      Mengulang percobaan di atas dengan mengunakan alcohol sebagai penganti FeSO4






E.     Data Pengamatan

1.      Table komposisi

No.
Bahan
Perubahan
Senyawa
1.
Gula
Karbon/arang
Organik
2.
Daun
Karbon/arang
Organik
3.
Plastic
Karbon/arang
Organik
4.
Aluminium
Tidak menghasilkan zat karbon
Anorganik

2.      Table Penguapan

No.
Bahan
Penguapan
Senyawa
1.
Alcohol (C2H5OH)
Cepat
Organik
2.
Air (H2O)
Lambat
Bukan organik

3.      Table sifat terbakar

No.
Bahan
Perubahan
Senyawa
1.
NaCl
Tidak menghasilkan karbon/arang
Anorganik
2.
Lilin
Meleleh
Organik


4.      Table Kelarutan

No
Bahan
Kelarutan
Senyawa
1.
Minyak bimoli
Tidak dapat larut dalam air
Organic
2.
Garam (NaCl)
Dapat larut dalam air
Anorganik



5.      Tabel kecepatan reaksi

No.
Bahan
Kecepatan reaksi
Senyawa
1.
FeSO4 + H2SO4 + KMnO4
Cepat
Organik
2.
C2H5OH + H2SO4 + KMnO4
Lambat
Anorganik

F.     Analisa Data
            Berdasarkan data pengamatan di atas, maka praktekan dapat menganalisa sebagai berikut:
1.      Komposisi
      Pada saat memanaskan gula, daun dan plastik pada suhu tinggi akan menghasilkan arang (karbon). Karena bahan dasar membangun senyawa pengamatan tersebut adalah karbon berarti gula, daun dan plastik merupakan senyawa organik. Sedangkan aluminium apabila dipanaskan (dibakar) tidak menghasilkan atom karbon maka aluminium merupakan senyawa anorganik.

2.      Penguapan
      Pada saat memanaskan air habis menguap dalam waktu 21,28 detik, maka air merupakan senyawa anorganik karena proses penguapanya lambat. Sedangkan alkohol (C2H5OH) hasil menguap dalam waktu 6 detik, maka alkohol merupakan senyawa organik karena proses penguapanya cepat.

3.      Sifat terbakar
Apabila lilin dibakar maka akan meleleh dan dibiarkan akan berubah menjadi lilin semula. Karena sifatnya yang mudah meleleh itu, maka lilin tergolong kedalam senyawa organic, sedangkan garam apabila dibakar makagaram tersebut tidak akan berubah, maka garam termasuk senyawa anorganik.

4.      Kelarutan
      Apabila minayak dicampurkan dalam air, maka minyak tersebut tidak akan larut dalam air. Karena minyak tidak larut dalam air, maka minyak merupakan senyawa organik. Sedangkan garam dapat larut dalam air, maka garam termasuk senyawa anorganik.

5.      kecepatan reaksi
Pada saat mencampurkan larutan FeSO4, H2SO4 dan KMnO4 antara dapat terjadi suatu reaksi yang berlangsung cepat. Maka campuran ketiga larutan ini merupakan senyawa anorganik. Sedangkan campuran antara alcohol ( C2H5OH ), H2SO4  dan KMnO4 dapat terjadi suatu reaksi yang berlangsung lambat. Maka campuran tersebut merupakan senyawa organik.
Reaksinya sebagai berikut:
                                                        H2SO4                            
a.       FeSO4 (aq) + KMnO4 (aq)                                          Fe(MnO4)2 (aq) + K2SO4 (aq)

                                                            H2SO4                            
b.      C2H5OH (aq) + KMnO4 (aq)                                             C2H5MnO4 (aq) + KOH(aq)


G.    Pembahasan
Berdasarkan analisa data dan pengamatan diatas, maka praktikan dapat membahas  sebagai berikut:
1.      Komposisi
            Mengambil sepotong lilin, sepotong daun dan sepotong plastic dan menempatkan pada masing-masing sendok, yaitu lilin pada satu sendok, dan pada satu sendok plastic. Kemudian membakar ketiga potongan tersebut. Hasil pembakaran dari ketiga bahan tersebut adalah karbon, maka ketiganya merupakan senyawa organic adalah atom C dan H.
            Setelah membakar ketiga bahan tersebut, maka dapat diganti dengan aluminium. Ternyata hasil pembakaran aluminium bukan atom karbon (arang) maka aluminium bukan senyawa organik melainkan senyawa anorganik.


2.      Penguapan
            Menempatkan beberapa tetes air kedalam sendok makan kemudian memanaskan.ternyata air tersebut habis menguap dalam waktu 21,28 detik maka air merupakan senyawa anorganik, karena proses penguapannya lambat. Setelah menguji atau mencoba air, mak ganti air tersebut dengan alcohol.
            Menempatka alcohol beberapa tetes kedalam sendok maka kemudian memanaskan. Ternyata alcohol tersebut habis menguap dalam waktu 6 detik maka alcohol merupakan senyawa organic karena proses penguapannya cepat.

3.      Sifat terbakar
            Menempatkan sepotong lilin kedalam sendok makan kemudian  memanaskan. Ternyata dalam beberapa menit potongan lilin tersebut dapat meleleh dalam sendok makan, maka lilin tersebut merupakan senyawa organik. Karena dapat meleleh dan dibiarkan akan berubah menjadi lilin semula. Setelah menguji atau mencoba lilin maka diganti dengan garam.
            Menempatkan beberapa butiran garam kedalam sendok makan kemudian memanaskan. Ternyata dalam beberapa menit butiran garam tersebut tidak dapat berubah (tetap) maka garam merupakan senyawa anorganik.

4.      Kelarutan
            Campuran minyak kedalam air, kemudian diaduk selama beberapa menit. Ternyata minyak tersebut tidak larut dalam air, maka campuran antara minyak dengan air merupakan senyawa organic. Setelah menguji sifat kelarutan minyak maka ganti minyak dengan garam.
            Campurkan garam kedalam air, kemudian diaduk-aduk selama beberapa menit. Ternyata garam tersebut dapat larut dalam air, maka campuran garam dengan air merupakan senyawa anorganik. Air bersifat polar karena terkutub artinya air dalam rumus kimia adalah H2O. maka apabila dibuat reaksi ionisasinya sebagai berikut:
                          H2O(l)                                 H+(g)  + OH- (g)

            Dari hasil reaksi tersebut ternyata ada kutub positif (H+) dan kutub negatif        (OH-),  maka air disebut senyawa polar.

5.      Kecepatan reaksi
           Reaksi antara FeSO4, H2SO4 ,dan KMnO4 dapat berlangsung secara cepat, maka campuran antara ketiga senyawa ini merupakan anorganik. Sedangkan reaksi antara alcohol (C2H5OH), H2 SO4 dan KMnO4 dapat berlangsung secara lambat, maka campuran antara ketiga senyawa ini merupakan campuran organik.

H.    Kesimpulan
            Berdasarkan tujuan diatas, maka praktikan dapat menyimpulkan bahwa:
1.      Sifat unyawa umum senyawa organik, yaitu:
·         Dibakar menghasilkan atom karbon (C).
·         Pada suhu tinggi dapat menguap secara cepat.
·         Tidak dapat larut dalam air.
·         Reaksi berlangsung dengan lambat.
·         Mempunyai sifat terbakar berubah bentuk.
2.      Sifat umum senyawa anorganik, yaitu:
·         Dibakar tidak menghasilkan atom karbon (C).
·         Pada suhu tinggi dapat menguap secara lambat.
·         Dapat larut dalam air.
·         Mempunyai sifat terbakar tidak berubah bentuk.









PERCOBAAN II
MODEL MOLEKUL
A.      Tujuan
Untuk membuat suatu molekul kimia organik.
B.       Dasar  Teori
      Molekul adalah gabungan dua buah atom atau lebih dari atom yang sama atau atom yang berbeda. menurut teori atom Dalton, partikel-partikel penyusunan materi dapat dibedakan menjadi dua:
1.      Molekul unsur
Molekul unsur adalah adalah molekul yang terbentuk dari atom-atom atau unsur-unsur yang sejenis seperti: H2, O2, F2, dan lain-lain. Berdasarkan macam atau atom pembentukannya, maka molekul dibagi menjadi:
a.      Molekul diatomik
      Molekul diatomik adalah molekul yang terdiri dari dua atom(hanya ada tujuh unsur).
b.      Molekul tetraatomik
      Molekul tetraatomik adalah molekul yang terbentuk dari empat atom.
c.       Molekul oktaatomik
      Molekul oktaatomik adalah molekul yang terbentuk dari delapan atom.
2.      Molekul senyawa
Molekul senyawa adalah adalah molekul yang terbentuk dari atom-atom atau unsur-unsur yang tidak sejenis seperti: H2O, CO2, dan lain-lain.
            Ada kekecualian, beberapa unsur-unsur kimia yang membentuk molekul antara lainsebagai berikut :

a.      unsur-unsur logam
Jumlah atom dalam molekulnya belum diketahui, dianggap dapat berdiri sendiri. Lambang ditulis tanpa indeks(monoatomik).
b.      Unsur-unsur gas mulia
            Tidak saling berikatan. Lambangnya ditulis tanpa indeks(molekul monoatomik).
c.       Molekul raksasa
Jumlah atom dalam dalam satu molekul tidak terbatas, dianggap terdiri atas atom-atom. Lambangnya ditulis tanpa indeks.
C.      Alat dan Bahan
1.      alat
           Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah moly mode dengan petunjuk sebagai berikut :
*      Bola putih                        :           Model atom H
*      Bola kuning          :           Model atom O
*      Bola biru              :           Model atom N
*      Bola hitam            :           Model atom C
*      Bola hijau             :           Model atom halogen

2.      bahan
           Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu :
atom H, O, N, C dan atom Halogen

D.      Prosedujr Kerja
v  Menysunlah model-model molekul seperti metana, etana, 2-propanol dan asam butanoat.
v  Mengambillah tiap model atom, kemudian hubungkan satu dengan yang lainnya sesuai dengan molekul yang ada.
v  Dengan mengunakan 5 atom karbon, membuatlah sebanyak mungkin isomer yang ada.
v  Menyusunlah model molekul 1-kloro pentana, kemudian menyusunlah berdasarkan banyaknya isomer yang ada.
v  Mengambarkan semua struktur yang ada.

E.       Data Pengamatan

No
Penamaan
Struktur
Model molekul


1.


Metana


CH4




                   


 





2.



Etana



C2H6













3.








2-propanol

CH3-C-CH3
        OH






















































4


Asam butanoat



 

CH3-CH2-CH2-C
                            OH















 








5.



1-kloro pentana



CH3-CH2-CH2 -CH2-CH2-Cl






 








F.       Analisa Data
            Berdasarkan data pengamatan diatas.


sumber: http://balbino-kimiaorganik.blogspot.com/2011/09/praktikum-kimia-organik-i.html